0

Aku mencintaimu, Hujan..

Saya pecinta hujan.

Tiap air hujan yang turun, entah kenapa, buat saya itu artinya dalem banget.
Ga bisa saya jelasin dengan kata-kata.
Karenanya, hujan buat saya itu berjuta makna, sedangkan buat orang lain hanya tau hujan itu dingin, basah, dan becek ga ada ojek. :D

Continue Reading

 
0

Setor tulisan yang telat

30 DWC ini sebenernya emang challenge banget buat saya. Challenge untuk saya bisa rajin menulis setiap harinya ditengah kepenatan dan kelelahan kegiatan sehari-hari.
Trus, muncul deh omongan: halaahhh, lelah apa..penat apa.. Ga ngapa-ngapain aja kok. Banyak nganggurnya.
Ihikss..emang gitu sih pandangan orang-orang terhadap perempuan yang hari-harinya cuma ngurus rumah. Padahal, ngurus rumah dan keluarga itu melelahkan loh.

Continue Reading

 
0

Daffodil

Hari ini, ada mini workshop di kampus tentang express literary works in poetry, dibawakan oleh Miss Ruiz, salah satu dosen yang paling wokeh bangeett…
Ah, aku padamu miss..mmuaacchh.. :D

Ketika sedang mengulas karyanya William Wordsworth dengan judul Daffodils, saya seperti tersentak sesuatu. Dalam puisi tersebut, Mr. William ini menggambarkan Daffodils adalah penggambaran warna emas. Dan saya langsung searching, apa itu Daffodils.

daffodil.2

Ternyata, Daffodil adalah bunga yang berwarna kuning.
Mr. William menggambarkan kuningnya Daffodil itu sebagai emas/ keemasan.

Alangkah berbedanya dengan kita..
Yang ketika kita ditanya dengan keyword “kuning”, jawaban kita akan identik     dengan sesuatu yang ga enak… :D

Continue Reading